News OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Published on June 9th, 2013 | by Azura Safira

0

Museum Seni Rupa dan Keramik, Dulu dan Sekarang

Museum Senirupa dan Keramik merupakan salah satu museum yang terletak di situs Kota Tua, Jakarta. Museum yang dibangun pada 12 Januari 1870 oleh pemerintahan Hindia-Belanda sebagai Kantor Dewan Kehakiman Benteng Batavia ini memajang berbagai karya lukis Indonesia dari periode Raden Saleh (1880) sampai periode Seni Rupa Baru Indonesia (1960 – sekarang), dan juga berbagai kerajinan keramik dari berbagai daerah di Indonesia, salah satunya dari periode kerajaan Majapahit di abad ke-14.

Berdasarkan pengalaman saya mengunjungi museum ini beberapa tahun yang lalu (sekitar tahun 2009/2010) saya melihat bahwa kondisi museum ini kurang terpelihara. Kondisi bangunan dari museum dan ruang pamer sangat gelap dan berdebu, sehingga karya-karya dan caption yang terpajang kurang terlihat dengan jelas. Ada juga kondisi penataan dan display karya yang kurang rapih sehingga karya-karya yang dipamerkan terkesan tidak menarik dan kurang terawat. Pada waktu itu ada juga rumor bahwa ada karya-karya yang dirusak oleh para pengunjung, namun saya tidak melihat adanya karya yang benar-benar dirusak (entah hanya isu atau karya itu sudah tidak dipamerkan lagi).

Untuk memeriksa kembali kondisi dari museum ini, saya mengunjungi kembali museum senirupa dan keramik pada tanggal 2 Juni 2013, dan saya cukup terkejut karena kondisi dari museum ini sekarang telah berubah drastis. Kondisi interior dari ruang pamer sudah jauh berkembang, sekarang suasana dalam ruang pamer terasa lebih terang, teratur dan rapih. Pemajangan dari karya-karya ditata didalam ruangan-ruangan yang dibagi berdasarkan periode karya, sehingga lebih teratur. Penerangan dalam setiap ruangan juga lebih bagus kondisinya, tidak gelap seperti dulu. Setiap ruangan juga dilengkapi camera CCTV sehingga kondisi ruang pamer dan karya lebih terpantau.

Setelah melihat-lihat museum ini saya juga sempat mewawancarai seorang penjaga museum yang telah bekerja di museum ini dari tahun 1990, yaitu Bapak Didin. Bapak Didin selain mengutarakan pendapatnya tentang perkembangan kondisi dari museum yang kian membaik juga membenarkan adanya kejadian pengerusakkan karya yang dilakukan oleh pengunjung. Kejadian pengerusakkan tersebut terjadi sekitar tahun 2011, dimana sekelompok anak SMA kedapatan sedang mencoret-coret sebuah lukisan. Atas kejadian tersebut dirasakan perlu adanya camera CCTV untuk memantau kondisi ruang pamer, dan pada sekitar akhir 2012 pemerintah melakukan perombakan pada interior museum ini, dengan melakukan penataan ulang, dan juga pemasangan CCTV.

Menurut saya perkembangan yang terjadi pada museum senirupa dan keramik adalah hal yang sangat bagus, karena museum ini menyimpan berbagai macam karya-karya Indonesia dari berbagai periode, dan dengan kondisi yang sudah jauh membaik orang-orang pun akan lebih tertarik dan nyaman saat melihat-lihat koleksi karya dari museum ini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tags: ,


About the Author

Manusia setengah teripang. Selain melata menyelasari museum-museum dan tempat-tempat berdebu, hobi lainnya adalah menggambar dan menghantui toko mainan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Back to Top ↑